Showing posts with label cempluk. Show all posts
Showing posts with label cempluk. Show all posts

Wednesday, September 22, 2010

dinner

hari sabtu yang lalu, tepatnya tanggal 18 Sept 2010, kilangku mengadakan dinner di Sunway Carnival, Seberang Pulau Pinang. berangkat dari hostel jam 5 petang di jemput dengan bus kilang.
Dinner yang mungkin akan menjadi dinner terakhirku selama bekerja di OSRAM, Malaysia.
ramai, ya.. kebersamaan yang telah aku lalui selama 5 tahun di Malaysia harus berakhir tahun depan. peraturan pemerintah malaysia, yang baru menyebutkan, batas maximal pekerja asing 5 tahun.
dan aku harus pulang, kembali ke pelukan ibu pertiwi.
pasti akan banyak kerinduanku pada kenangan dan kebersamaan menjalani hari di negeri jiran ini.

Thursday, July 15, 2010

KADO UNTUK BUNDA

KADO UNTUK BUNDA








Tanggal 14 Juli kemarin adalah hari spesial buat mamak, wanita yang begitu aku cintai. Dan gilanya aku LUPA!! Sampai hampir tengah malam waktu Malaysia sebuah komen di wall adikku menyadarkan aku.





“kenapa ga nelpon??? Lupa ini hari apa??”





Itu yang ditulis adikku, seperti sebuah tamparan. Kenapa aku bisa lupa??? Tambah bikin sedih saat tahu tak ada sedikit pun pulsa dalam hp ku, hanya sms gratis untuk sesama operator. Jam 11 malam, waktunya masuk kerja, pikiranku masih saja kalut. Masih terpikirkan hari istimewa mamak, walaupun aku tahu mamak tak pernah menganggap hari itu istimewa.





Sebagai wanita ndeso, mamak tidak begitu mementingkan hari-hari seperti itu. Buat apa juga, toh ga berpengaruh. Mungkin dulu jika ada kelebihan rejeki, mamak akan bikin nasi kuning lalu di bagikan pada tetangga-tetangga rumah. Pun ketika aku atau adikku bertambah usia.





Tapi kali ini aku ingin mengingatnya, aku ingin membuat mamak tersenyum. Masih saja ada galau saat aku menjaga “kebo-kebo” ku. Masih saja terpikirkan tentang mamak. Di sela-sela menjaga “kebo” yang masih rewel, ku coba mengambil selembar kertas, lalu ingin menarikan pulpen dalam tanganku, hasilnya nol. Tak ada kata yang tertulis… ada sebenarnya.. namun hanya sepenggal-sepenggal tanpa bisa di rangkai menjadi satu puisi yang padu.







Bunda,

hari ini terimalah kado dariku

sebongkah cinta dalam kotak ungu

dengan pita pembalut rindu..



sampai di sini aku mati ide.. harus ku kemanakan lagi puisi ini. Tak bisa mengalir, mandek. Kemudian mencoba lagi…







bunda,

berpuluh tahun engkau merajut cinta

dengan benag-benang emas kasih sayang

engkau renda, engkau sulam…



lagi-lagi… sampai sini aku benar pasrah, tak ada lagi kata yang keluar dari otakku. Lalu mencoba meraih hp, dan sembunyi-sembunyi berselancar di dunia maya. Mencari mbah google, bertanya tentang puisi bunda. Beberapa puisi aku baca, puisi-puisi sarat makna, tentang kasih bunda yang tiada tara. Aku hampir tergugu, saat membaca satu persatu puisi yang terpampang dalam monitor hp ku. Kenapa aku tak bisa???





Mereka bilang syurga di telapak kakimu

Maka ijinkan aku bersimpuh di hadapanmu





Dua kalimat ini aku rasa tidak pas… jadi lagi-lagi aku coret dari kertas yang ada di hadapanku. Teman-teman satu line, mencoba membaca apa yang aku tuliskan. Tapi tak ada yang bisa membantu, malah ujar mereka, mereka tak minat langsung dengan hal-hal semacam itu. Sedangkan dulu saat sekolah saja pelajaran Bahasa Indonesia mereka tidak minat. Aku menyerah…





Aku raih hp bututku, kemudian kutekan tombol *128*4*2*1# sebagai kode untuk meminjam pulsa dari operator. Ini jalan terakhir lumayan buat sms mamak. Lalu kucari nomer mamak, dan aku mulai menulis.





Selamat ulang tahu bunda. Terimakasih atas berjuta cinta yang telah engkau berikan hingga kini. Maaf belum bisa membuatmu bahagia… love you!!







Ada rasa penyesalan yang terkirim bersama sms itu. Betapa selama ini aku tak pernah bisa membahagiakan mamak. Betapa selama ini aku hanya bisa mengeluh dengan keadaanku, memberontak dan membuat mamak menangis sedih. Tanpa aku pikirkan, bagaimana mamak berjuang demi kami, aku dan adikku, anak-anaknya. Dengan keterbatasannya mamak berhasil mencukupi kami. Walaupun itu hari dilaluinya dengan terbangun tengah malam, menyelesaikan jahitan. Hanya untukku dan untuk adikku.





Ya ALLAH,

Malam ini sampaikan kecup hangatku,

Seperti dulu ia mengecupku menjelang tidurku.

Dekaplah ia dengan mimpi yang indah

Seperti dekapan hangatnya untukku dulu.



aku menyayanginya,



hanya tak tau bagaimana mengungkapkannya





























PULAU PINANG, 15 JULI 2010





LANISA JINGGA

Thursday, July 1, 2010

lelaki angin kembali

aku merasa ada getaran di sampingku
ternyata hp ku bergetar,
karena sengaja akku silent
sebuah nama yang berusaha aku lupakan terpampang di monitor,

aku ragu untuk menjawab,
walopun akhirnya sebuah sapaan muncul juga dari mulutku.
"dek, apa kabar???"tanyanya.

"aku baik-baik saja"jawabku, sambil menahan gemuruh dalam hati.

hanya kata itu dan kemudian mati,
akku tau dia berharap aku menelponnya balik..
tapi tak aku lakukan...
cukup ia jadi kenangan...
tak mau lagi mengusiknya........

Wednesday, June 23, 2010

Lelaki Itu..........

lelaki itu kku beri nama "matahari"
yach,
sesuai namanya
sesuai sikapnya

akan kuceritakan nanti,
tentang lekaki ini..

Wednesday, June 9, 2010

hari ini ngobrol sama seseorang. dia menjawab pertanyaanku beberapa hari yang lalu. kenapa dia bisa menyukaiku.
dan ku dapat jawaban yang bla...bla...bla... mulai dari ujian kesetiannyaku pada "mantan" cowokku. dan akhirnya dia tersepona dengan kesetiaanku. hahahaha..
yeaaach, dan perhatianku akhir-akhir ini ternyata dah di salah artikan. apalgi setelah aku putus ma cowokku itu, emang aku lebih deket ma dia.. tapi, dalam hatiku memang cuman sekedar temen aja.. belum bisa lebih. kayaknya dia kecewa banget, tapi mau gimana lagi. aku juga ga mau membohongi diri kalo aku masih belum bisa melupakan masa laluku.

ya sudahlah, moga aja dia nerti, dan bisa tetap menerimaku menjadi sahabatnya

Monday, June 7, 2010

Nyatanya Aku Tidak Terlalu Suka dengan Laki-Laki Kapal

pernah ditanya ma seseorang.

"emang lina ga suka ma lelaki kapal ya???"

pada saat itu aku jawab, ya biasa aja sih... soalnya dia kerja di kapal. cuman untuk menjaga hatinya agar ga sakit hati.
nah, pada akhirnya aku jadi merenung [ceilah, bahasanya] tentang lelaki kapal, maksudnya lelaki yang kerja di kapal, yang mengarungi samudra luas, bergelut dengan gelombang, menantang maut.

apakah benar aku menyukainya???
setelah aku pikir lagi, tentang ceritanya jadi berpikir 2x untuk menerima jadi pendamping hidup. berkeluarga tapi tak pernah bersama, ditinggal melanglang samudra. hinggap dari satu dermaga ke dermaga yang lain, jadi kupikir rawan selingkuh. apalagi pasti dan tentu saja mereka akan kesepian setelah beberapa waktu hanya bisa memeluk gelombang dan dingin malam...

dan nyatanya aku tidak terlalu suka dengan lelaki kapal...